Sebenernya, udah cukup banyak artikel yang ngantri untuk di poskan ke Blog ini. Meskipun bisa dibilang blog ini bukan blog yang rame dikunjungi --notabene cuman blog pribadi doang, tetep aja kalo ada yang baca kemudian mereka lihat nama mereka tercantum di artikel di blog ini tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, mereka bisa marah. maka dari itu, masih ada beberapa artikel yang harus mengalami perbaikan seperti perubahan nama tokoh, perbaikan atau revisi atau bahkan penyelesaian untuk beberapa artikel yang memang belum diselesaikan.
Anyway, kalo membaca tulisan gua, gua sendiri malah ga pede memperlihatkan hasilnya. terkadang ada yang nyeleneh dari topik utama, kadang ada juga yang rada lebe --meskipun suda di revisi beberapa kali. mungkin itulah alasan utama kenapa gua lebih memilih blog untuk dijadikan sebuah sarana menyalurkan kemampuan --gua ga menyebut ini bakat-- gua dalam menulis, dari apa yang gua lihat.
tulisan gua juga temanya macem-macem, tergantung mood. biasanya, yang gua tulis adalah masalah sosial yang terjadi dimasyarakat umum. gua jarang juga sih nulis sesuatu yang berhubungan dengan cinta. ga menarik buat gua, meskpun saat ini gua sedang memperdalam buku Raditya Dika.
toh, lagipula semua penulis punya gaya menulisnya sendiri. ada yang menulis komedi dengan bumbu serius, ada juga seorang yang serius yang membumbui tulisannya dengan komedi. gua sendiri masuk kedalam seorang penulis yang memasukan bumbu komedi dalam sebuah artikel yang seharusnya dibawakan dengan serius. meskipun sebenerya, artikel yang pengen banget gua tulis adalah artikel yang lucu, tatpi tetep aja, kesan lucunya cuman bisa gua kasih sedikit, ga tau kenapa. mungkin gua ahrus banyak belajar.
gua menulis ini disela-sela jam istirahat, di Museum Konperensi Asia Afrika. yaah.. itung-itung keluh kesah gua dalam dunia kepenulisan lah. doain gua aja deh, semoga tulisan gua bisa makin bagus.
syeftyawan suhada
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 10 Maret 2012
Senin, 08 Agustus 2011
yang cuman mimpi
assalaamualaikum!
haha!! menjalankan ibadah puasa yo! semoga amalan ibadah kita tahun ini bisa di terima Allah swt. amin.
loh..hampir lupa. udah berapa lama rasanya blog ini didiemin ya? hm..mikir..
haha.iya, kebetulan memang aktifitas di sekolah cukup padat, daftar artikel yang mau diceritain juga banyak sementara waktu untuk buka dan terhubung dengan koneksi internet terbatas. jadi jarang deh masukin postingan.
nah, kalo menurut gua ya, blog itu merupakan sebuah sarana untuk menuangkan hasil jurnalistik. lalu apa aja nih hasil jurnalistik gua selama gua ga terhubung dengan koneksi internet?
ada banyaaaak!!!
salah satunya berkenaan tentang pendidikan. nah, kan gua sebagai pelajar akan terus ketemuan dengan yang namanya pendidikan nih.. setelah gua melakukan penelitian kecil, malah banyak loh orang yang berpendidikan rendah, tapi pengen ngelanjutin pendidikan mereka. tapi mereka ga bisa. mereka tersandung kendala biaya pendidikan yang mahal.
sebut aja namanya Dino. seorang berusia 16 tahun yang terpaksa putus dari bangku pendidikan karena kendala biaya pendidikan. Dino cuman sekolah sampe pendidikan jenjang menengah pertama, itu pun belum disertai dengan ijazah pendidikan. dia berhenti dari bangku sekolahnya di kelas 2 smp. orang tuanya ga mampu membiayai keperluan sekolah yang semakin tahun semakin mahal, biar kata pemerintah udah mengeluarkan pendidikan gratis bagi mereka yang tidak mampu. sekarang, pendidikan hanya sesuatu barang yang cuman mimpi bagi orang-orang yang tidak bisa merasakannya langsung. yang cuman mimpi
kasian ya! coba deh. sekarang kita bandingkan dengan diri kita yang saat ini bisa dengan enak sekolah di sekolah mahal, tapi kitanya malah bolos sekolah, belajarnya ga bener, di sekolah ikutan geng-geng ga bener. sementara di luar sana ada miliaran orang yang mau duduk di tempat duduk kelas kita, pake seragam sekolah kita pake tas yang kita jinjing/gendong. kalo kita sekolahnya ga bener, mendingan kita kasihin aja pendidikan kita itu untuk orang-orang yang memang menginginkannya.
tulisan ini ga dimaksudkan untuk menyindir siapapun tuh. ini hanya sebuah pembelajaran kita agar kita bisa bersukur akan keadaan kita, dan sebagai pelajar --yang gelar itu ada miliaran orang yang menginginkannya-- kita harus belajar yang bener. kita juga harus menghargai temen kita yang 'belum diberikan kesempatan' untuk bersekolah seperti kita, dan pendidikan bukan cuman mimpi
ya! beruntungnya kita!
yang bukan cuman mimpi
---syeftyawan
haha!! menjalankan ibadah puasa yo! semoga amalan ibadah kita tahun ini bisa di terima Allah swt. amin.
loh..hampir lupa. udah berapa lama rasanya blog ini didiemin ya? hm..mikir..
haha.iya, kebetulan memang aktifitas di sekolah cukup padat, daftar artikel yang mau diceritain juga banyak sementara waktu untuk buka dan terhubung dengan koneksi internet terbatas. jadi jarang deh masukin postingan.
nah, kalo menurut gua ya, blog itu merupakan sebuah sarana untuk menuangkan hasil jurnalistik. lalu apa aja nih hasil jurnalistik gua selama gua ga terhubung dengan koneksi internet?
ada banyaaaak!!!
salah satunya berkenaan tentang pendidikan. nah, kan gua sebagai pelajar akan terus ketemuan dengan yang namanya pendidikan nih.. setelah gua melakukan penelitian kecil, malah banyak loh orang yang berpendidikan rendah, tapi pengen ngelanjutin pendidikan mereka. tapi mereka ga bisa. mereka tersandung kendala biaya pendidikan yang mahal.
sebut aja namanya Dino. seorang berusia 16 tahun yang terpaksa putus dari bangku pendidikan karena kendala biaya pendidikan. Dino cuman sekolah sampe pendidikan jenjang menengah pertama, itu pun belum disertai dengan ijazah pendidikan. dia berhenti dari bangku sekolahnya di kelas 2 smp. orang tuanya ga mampu membiayai keperluan sekolah yang semakin tahun semakin mahal, biar kata pemerintah udah mengeluarkan pendidikan gratis bagi mereka yang tidak mampu. sekarang, pendidikan hanya sesuatu barang yang cuman mimpi bagi orang-orang yang tidak bisa merasakannya langsung. yang cuman mimpi
kasian ya! coba deh. sekarang kita bandingkan dengan diri kita yang saat ini bisa dengan enak sekolah di sekolah mahal, tapi kitanya malah bolos sekolah, belajarnya ga bener, di sekolah ikutan geng-geng ga bener. sementara di luar sana ada miliaran orang yang mau duduk di tempat duduk kelas kita, pake seragam sekolah kita pake tas yang kita jinjing/gendong. kalo kita sekolahnya ga bener, mendingan kita kasihin aja pendidikan kita itu untuk orang-orang yang memang menginginkannya.
tulisan ini ga dimaksudkan untuk menyindir siapapun tuh. ini hanya sebuah pembelajaran kita agar kita bisa bersukur akan keadaan kita, dan sebagai pelajar --yang gelar itu ada miliaran orang yang menginginkannya-- kita harus belajar yang bener. kita juga harus menghargai temen kita yang 'belum diberikan kesempatan' untuk bersekolah seperti kita, dan pendidikan bukan cuman mimpi
ya! beruntungnya kita!
yang bukan cuman mimpi
---syeftyawan
Langganan:
Postingan (Atom)


