Pages

Subscribe:

Senin, 12 Maret 2012

Blogger Adict

Gua ga mau men-Judge diri gua sendiri dengan sebutan Blogger Adict tapi, bagaimana jika mungkin keadaannya seperti itu?

gua tulis artikel ini ketika gua sedang jam istirahat sekolah. hanya sekitar 20 menit, oleh karena itu gua harus memanfaatkan waktu itu dengan sangat baik.  kadang-kadang kalo lagi ngga ngblog, gua main-main sama temen-temen gua di lapangan, sekedar ngobrol atau sholat di mushola. tapi kali ini gua memanfaatkan waktu gua ini untuk menulis artikel ini.

apa yang sedang gua pikirkan?
ga tau. i don't think anymore no matter i never thinking. it just because i feel tired with any activities that i do today.

tadi pelajaran jurusan. kelompok Dena kebagian untuk mempresentasikan hasil search mereka untuk objek wisata, akomodasi perhotelan, dan transportasi umum yang ada disuatu daerah. gua ga mengikuti presenta si itu dengan baik sih memang, tapi gua masih nagkap ko apa yang disampaikan.

padahal, setelah bel istirahat berbunyi, ada ulangan yag harus gua kerjakan.
kayanya gua mau ngapalin dulu. see you blogger adict!

syeftyawan

Sabtu, 10 Maret 2012

Tukang Kabel

Gua dikenal sebagian teman-teman gua dikelas sebagai orang yang mengerti akan teknologi, dibandingkan dengan teman-teman kelas gua yang lain. tapi jujur, gua ga terima dengan anggapan temen-temen gua akan diri gua ini, karena dengan demikian apabila ada guru yang pengen nyalain infokus, pasti mintanya masanginnya sama gua. karena keseringan begitu, gua sering terlihat membawa kabel disekolah. alhasil, jadilah gua tukang kabel kelas. huhu..

Notebook Preview      
gua juga rajin bawa notebook tiap hari kesekolah. alasannya sih, supaya kalo ada kenapa-napa yang harus dicari dengan cara browsing, gua bisa cari dengan cepet dan praktis. tapi yang terjadi bukan itu ternyata. yang terjadi malah notebook gua dipinjem orang, dan dianya yang maen, guanya gondok 3 kilo.  huhu...

kalo temen-temen gua ada pertanyaan tentang Microsoft , pasti orang yang terlebih dahulu mereka cari adalah gua. padahal gua ga jago-jago amat ngerjain Microsoft. 

jujur, gua jadi ga ngerti, dengan anggapan temen-temen gua akan diri gua di kelas, sebagai orang yang mengerti akan teknologi. okay, memang gua seneng dengan anggapan itu, tapi dilain pihak, gua malah jadi suka kesel sendiri, kenapa dengan mudah mereka memanfaatkan kemampuan gua ini untuk kepentingan gua.

ga ngerti gua ga ngerti.

Syeftyawan 

Muka Baru - Muka Lu Jauuh !

untuk kesekian kalinya wajah blog ini diganti!

akhirnya berkesempatan juga mengganti wajah blog ini. mungkin seenggaknya udah 3 kali gua ganti templates blog gua ini. mulai yang simple, rada ribet hingga yang simple seperti saat ini.

yaah.. semoga aja dengan adanya wajah baru di blog gua ini, gua jadi lebih semangat ngerjain beberapa deadline article yang masih numpuk .hehe, menagih untuk dikerjakan.

syeftyawan

Keluh Kesah Seorang Blogger - 1

Sebenernya, udah cukup banyak artikel yang ngantri untuk di poskan ke  Blog ini. Meskipun bisa dibilang blog ini bukan blog yang rame dikunjungi --notabene cuman blog pribadi doang, tetep aja kalo ada yang baca kemudian mereka lihat nama mereka tercantum di artikel di blog ini tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, mereka bisa marah. maka dari itu, masih ada beberapa artikel yang harus mengalami perbaikan seperti perubahan nama tokoh, perbaikan atau revisi atau bahkan penyelesaian untuk beberapa artikel yang memang belum diselesaikan.

Anyway, kalo membaca tulisan gua, gua sendiri malah ga pede memperlihatkan hasilnya. terkadang ada yang nyeleneh dari topik utama, kadang ada juga yang rada lebe --meskipun suda di revisi beberapa kali. mungkin itulah alasan utama kenapa gua lebih memilih blog untuk dijadikan sebuah sarana menyalurkan kemampuan --gua ga menyebut ini bakat-- gua dalam menulis, dari apa yang gua lihat.

tulisan gua juga temanya macem-macem, tergantung mood. biasanya, yang gua tulis adalah masalah sosial yang terjadi dimasyarakat umum. gua jarang juga sih nulis sesuatu yang berhubungan dengan cinta. ga menarik buat gua, meskpun saat ini gua sedang memperdalam buku Raditya Dika.

toh, lagipula semua penulis punya gaya menulisnya sendiri. ada yang menulis komedi dengan bumbu serius, ada juga seorang yang serius yang membumbui tulisannya dengan komedi. gua sendiri masuk kedalam seorang penulis yang memasukan bumbu komedi dalam sebuah artikel yang seharusnya dibawakan dengan serius. meskipun sebenerya, artikel yang pengen banget gua tulis adalah artikel yang lucu, tatpi tetep aja, kesan lucunya cuman bisa gua kasih sedikit, ga tau kenapa. mungkin gua ahrus banyak belajar.

gua menulis ini disela-sela jam istirahat, di Museum Konperensi Asia Afrika. yaah.. itung-itung keluh kesah gua dalam dunia kepenulisan lah. doain gua aja deh, semoga tulisan gua bisa makin bagus.

syeftyawan suhada

Editorial Kompas - 8 Oktober 2011

KOMITE ETIK KPK
DPR Segera Seleksi Pimpinan KPK

JAKARTA, KOMPAS – Putusan Komite Etik Komisi Pemberantasan Korupsi, meski masih menimbulkan polemik di masyarakat, harus di hormati. Kini tugas Dewan Perwakilan Rakyat untuk segera menyeleksi pimpinan baru KPK guna tetap menjaga itegritas KPK dan memajukan pepberantasan korupsi.

Demikian dikatakan Didi Irawadi Syamsuddin, Ketua Departemen Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, di Jakarta, Jum’at (7/10). “Keputusan Komite Etik KPK harus kita terima. Kini tugas DPR untuk segera menyelesaikan proses seleksi pimpinan KPK,” katanya.

Masa jabatan pimpinan KPK, kecuali M Busyro Muqqaddas, pada Desember 2011 berakhir. Pemerintah sudah menyerahkan delapan calon pimpinan KPK ke DPR. Namun DPR masih mempersoalkan jumlah calon itu.

Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Golkar, Priyo Budi Santoso, menilai, langkah terbaik adalah menghargai keputusan Komite Etik KPK bahwa pimpinan KPK tidak melakukan pelanggaran pidana dan etika. Kecuali, Sekertaris Jendral KPK Bambang Sapto Pratomo dan mantan Deputi Penindakan KPK Ade Rahardja  dinyatakan melkaukan pelanggaran etika. Biarlah masyarakat yang menilai keputusan itu kelak menyisakan problem bagi integritas KPK atau tidak.

“Sudahlah, yang menjadi dewa adalah mereka (KPK). Jika mereka menyampaikan tak bersalah, ya sudah tak bersalah. Yang perlu diingat, keputusan itu adalah lonjong, tidak bulat, ada tiga dari tujuh  anggota Komite Etik yang berbeda pendapat,” katanya.

Namun dia berharap KPK mau mengintropeksi diri dan mau dikritik demi tetap terjaganya integritas komisi itu. Tidak menjawab kritik yang disampaikan dengan amarah.

Priyo menegaskan, komisi 3  DPR masih akan menmeminta masukan dari berbagai pihak terkait pemilihan pimpinan KPK periode 2011 – 2015. Pasalnya ada sejumlah persoalan yang masih diperdebatkan. Senin mendatang, Komisi 3 akan memanggil Mentri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar, memenuhi Ketua Mahkamah Konstitusi Mahmud MD, dan tokoh lainnya.
Mekanisme pemilihan KPK, yang selama ini melalui DPR, juga masih layak dipertahankan.
Mantan anggota Komite Etik KPK, Said Zainal Abidin, menilai, orang berhak mengungkapkan opininya atas putusan Komite Etik.(NWO/FAJ/RAY/FER/TRA) KOMPAS 8-10-11 Page 01